Jumat, 09 Desember 2011

Faktor Penyebab Runtuhnya Kerajaan Hindu-Budha di Indonesia

Beberapa faktor yang menyebabkan runtuhnya kerajaan Hindu Buddha di Indonesia, yaitu :
a. Tidak adanya pembentukan pimpinan yang baru (kaderisasi), seperti yang terajdi pada masa Kerajaan Majapahit. Gajah Mada sebagai Patih Amangkubhumi memegang segala jabatan yang penting, ia tidak memberi kesempatan kepada generasi penerus untuk tampil, sehingga setelah meninggal Gajah Mada tidak ada penggantinya yang cakap dan berpengalaman.
b. Kelemahan pemerintahan pusat sebagai akibat berlangsungnya perang saudara seperti Perang Paregregyang justru melemahkan kekuasaan kerajaan seperti Bre Wirabhumi dengan Wikrama Wardhana.
c. Terdesaknya kerajaan sebagai akibat munculnya kerajaan yang lebih besar dan kuat. Contohnya kerajaan Majapahit diserang kerajaan Demak.
d.  Berlangsungnya perang saudara seperti Perang Paregreg  yang justru melemahkan kekuasaan kerajaan seperti Bre Wirabumi dengan Wikrama Wardhana.
e. Banyaknya daerah yang melepaskan diri akibat lemahnya pengawasan pemerintahan pusat dan kerajaan-kerajaan bawahanya membuat kerajaan yang merdeka serta tidak terikat lagi oleh pemerintahan pusat
f.   Kemunduran ekonomi dan perdagangan.
  g.   Masyarakat mulai tertarik dengan agama Islam yang disebarkan dari Malaka, Gresik dan Tuban.

7 komentar:

  1. Terimakasih, sangat membantu! Hehe

    BalasHapus
  2. Kamu Anti Arab atau Anti Islam?

    Oleh: @Jonru

    Saya heran sama orang yang anti Arab. Alasannya apa?

    Kalau alasannya, "Kita harus cinta dan menjaga budaya asli Indonesia," berarti kita juga harus anti Amerika, anti Korea, anti India, anti Australia, anti China, dan sebagainya.

    Kalau alasannya, "Arab menjajah Indonesia dengan tameng penyebarluasan agama," maka sungguh lucu! Karena justru orang-orang Eropa yang TERBUKTI menjajah Indonesia sambil membawa agama Kristen. Sedangkan Islam masuk ke Indonesia lewat perdagangan dan secara damai, bukan lewat penjajahan.

    * * *

    Kau bilang, "Ini Indonesia, bukan Arab. Tak perlu pakai istilah akh, antum, syukran, jazakallah, abi, umi, dst."

    Padahal saat merayu pacarmu, kamu berkata, "I Love you. I miss you." Saat patah hati, kamu berkata, "Gue gagal move on, nih."

    Hm.. itu bahasa Indonesia atau bukan, ya?

    Kau terlihat sangat anti Arab dengan alasan "Kita harus cinta pada budaya Indonesia." Padahal di saat yang sama kamu membela ajang Miss World, yang jelas-jelas bukan budaya Indonesia.

    Orang yang suka lagu nasyid berbahasa Arab kamu cela-cela dengan alasan, "Itu bukan dari Indonesia." Padahal kamu justru memuja-muja para boyband dari Korea, tergila-gila pada film India, dan cinta buta terhadap film dan musik dari Amerika.

    Kamu mungkin lupa:

    Nama-nama hari Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat dan Sabtu itu berasal dari bahasa Arab.

    Istilah musyawarah dan adab juga dari bahasa Arab.

    Banyak sekali istilah bahasa Arab yang kini diserap ke dalam bahasa Indonesia, dan ternyata sering kamu pakai, dan kamu menyukainya!

    Bahkan kalau kamu belajar sejarah Bahasa Indonesia, kamu akan KAGET DAN SHOCK, karena ternyata bahasa Arab memiliki pengaruh yang SANGAT KUAT terhadap bahasa Indonesia.

    Kamu mungkin belum tahu, bahwa struktur bahasa Indonesia dan Arab itu PERSIS SAMA. Saking samanya, kita bisa dengan mudah melakukan penerjemahan kata demi kata. Hal seperti ini tidak bisa dilakukan terhadap bahasa lain.

    Coba kamu terjemahkan bahasa Inggris ke bahasa Indonesia dengan sistem terjemahan perkata. Bisa? Dijamin tak bisa. Karena pasti hasil terjemahannya akan sangat ngaco.

    Tapi bahasa Arab BISA. Itula salah satu bukti bahwa bahasa Indonesia dan Arab punya hubungan yang sangat erat.

    Kalau kamu mencela Islam sebagai agama dari Arab, bukan dari Indonesia, hei... apa kamu lupa bahwa Kristen, Hindu dan Budha pun bukan dari Indonesia. Agama asli Indonesia adalah ANIMISME.

    Katanya TKW dibunuh di Arab Islam, lalu yang menjajah kita 350 tahun agama nya apa? Yang memberi kita pengalaman romusha agama nya apa? Yang membunuh TKW di hongkong agamanya apa? Lupa, ya?

    Jadi kenapa harus anti Arab?

    Jangan-jangan kamu sebenarnya anti Islam, bukan anti Arab.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Udah sih min intinya gini aja , cintailah produk indonesia , produk luar negri pake aja , wkwk

      Hapus
    2. eh Jonru umar bajri..KAMi tak anti islam ato arab,tapi anti manusia2 busuk yang merasa agamanya paling benar didunia sedang agama lain dianggap buruk ato kafir,kami tak suka permusuhan tapi bila anjing2 fanatik datang menggigit kami yang diam2 berjalan tak mengganggu itu yang kami lawan!!..kamu punya keyakinan,itu urusanmu tapi jangan ganggu kami,coba kamu lihat leluhurmu menghancurkan bangunan suci kami(jaman majapahit)dll..apa jadinya kalo kami juga hancurkan tempat2 sucimu!!...ingat kami tak pernah anti islam!!..tapi kami akan lawan manusia berkedok agama lalu ingin menghancurkan peradaban agama lain!!...lihat KHARMA sudah terjadi!!..beri contoh dibelahan dunia manakah di bumi ini,kalo mayoritas penduduknya agama islam tidak perang dan porak poranda& penuh korupsi.berikan contoh??..apakah palestina?,suriah ato mana?? ingat agama tak pernah salah!tapi manusia busuk umatnya yang terlalu over acting menghancurkan nama baik agama tersebut!!

      Hapus
  3. eee.. Orang arab?? mengapa tidak suka?? ee ya karna mungkin arab sekarang ma dulu beda, apa bedanya? org arab sekarang tidak mngenal adab, lah di arab ada adab di jawa ada tata krama jare pewayangan unggah ungguh.. lebih dulu mana arab dg jawa?? ya dari terbitx matahari ae wes tau .. �� , dan satu lgi org arab yg bner itu berguru kpd org jawa, bkn ngatur org jawa dg cara agama mereka. msalah org barat itu dh biasa dari jaman nabi pun yg nmax yahudi sudah ada..
    ee lagian arab kn cuma perantau kn di sini?? ya gk??
    di dalami lagi

    BalasHapus